The Way of Life ( sedikit hal tentang saya )

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

    Perkenalkan nama saya, Sri Utami. Saat ini saya seorang mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun 2020 NPM: 20430067. Pada kesempatan ini izinkan saya untuk berbagi kepada pembaca secuil kisah hidup saya.

    Berawal di tahun 2000, tepatnya di Boyolali tanggal 14 November 2000. Lahir bayi perempuan kedua di keluarga Slamet Riyanto dan Warjinem. Ya, saya. Sri Utami. Saya tumbuh dan besar di keluarga ini, dengan memiliki 1 kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan. Kakak laki-laki bernama Joko Setyono yang saat ini bekerja sebagai tenaga kesehatan di puskesmas. Sedangkan, untuk kakak perempuan yang bernama Dwi Endang Setyorini sebagai wirausahawan. Ayah saya Slamet Riyanto dahulunya adalah seorang PNS. Namun, sejak 2017 beliau sudah pensiun. Ibu saya Warjinem adalah seorang Ibu Rumah Tangga.

    Saya bersekolah di SDN Tawengan. SD kecil yang saat ini terancam tutup karena siswanya mulai menipis. Disini, saya diajarkan berbagai hal dan disinilah awal mimpi saya terbentuk. Berawal dari pertanyaan guru olahraga yang bertanya apa cita-cita kami. Kemudian salah seorang teman saya menjawab ” Polisi, Pak”. Disitulah awal ambisi dan cita-cita Saya terbentuk. Saya lulus dari SDN Tawengan tanggal 16 Juni 2012.

    Kemudian saya melanjutkan sekolah di SMP N 1 Sawit. Selama 2 tahun bersekolah saya ikut dalam ekstrakurikuler PMR dan setiap sore ketika tidak ada jadwal menyempatkan diri untuk berlatih fisik. Tetapi di tahun ketiga saya memutuskan untuk berhenti, karena ingin fokus dalam belajar persiapan Ujian Nasional. Pada tanggal 10 Juni 2015 saya lulus dari SMP N 1 Sawit.

    Setelah lulus dari SMP, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di SMAN 1 Teras. Semasa SMA lebih berwarna dan lebih banyak berpartisipasi dalam hal lomba kejuaraan. Disini saya mengikuti ekstrakurikuler Paskibra PRAYUDHATAMA. Dimana di tahun pertama saya bersekolah saya terpilih sebagai anggota tim lomba TUB-PBB 2016, saya sendiri sebagai petugas pembaca UUD 1945. Berangkat di kancah Kabupaten dan mendapat juara 1 Tim kami mengemban amanah untuk membawa nama Boyolali di kancah Eks-Karisidenan Surakarta. Pada saat itu tepatnya di tanggal 6 April 2016 bertempat di Sragen tim membawa nama Surakarta menuju Provinsi. Namun, kami hanya mampu di posisi 4. Selain itu saya juga mendapat peringkat dikelas. Hal ini yang membuat saya semakin bersemangat untuk meraih mimpi saya. Setiap pagi di hari minggu dan sore hari di senin sampai sabtu saya berlatih hingga di tahun kedua saya bertemu dengan teman-teman yang bermimpi seperti halnya saya. Kami berlatih, mengoreksi, dan saling memberi motivasi. Hingga tiba waktu untuk lulus di bulan Mei 2018, tetapi ada kekecewaan disana dimana saya tidak dipanggil di podium. Di tahun 2018 setelah saya dinyatakan lulus sekolah saya mendaftar Brigadir Polri. Dari Polres Boyolali saya lulus seleksi awal kemudian lanjut mengikuti seleksi tingkat Polda Jawa Tengah (Panda). Waktu itu bertempat di PRPP Jateng saya mengikuti proses seleksi hasil yang saya dapat saya tidak lolos seleksi. Tetapi saat itu, saya belum menyerah. Saya memutuskan untuk gap year dan saat itu saya tidak berencana menyusun rencana B. Saya masih berlatih dan mempersiapkan diri di tahun 2019. Hingga tiba di tahun 2019 saya mencoba mendaftar lagi, tetapi masih gagal. Saya merubah pendaftaran saya yang dahulunya di Polri namun saya mencoba mendaftar di TNI. Ditahun 2019 saya mencoba mendaftar KOWAD. Mengumpulkan berkas kesana-kemari berangkat sore hari dan menginap ditempat saudara. Saat itu saya dan satu orang teman saya bernama Linda berangkat di sore hari menginap di Bawen rumah saudara. Dan pagi buta kami harus berangkat ke Kodam IV Diponegoro. Tepatnya di GOR Patriot kami mengikuti seleksi. Seleksi tahap pertama ( tingkat panda ) terdiri dari tes administrasi, tes kesehatan, dan tes kemampuan jasmani. Di seleksi pertama ini saya harus berjuang sendiri karena teman saya gugur diawal. Saya melanjutkan proses seleksi hingga tiba di waktu pengumuman sebelum parade saya dinyatakan gugur. Saya tidak bisa melanjutkan selesksi di tingkat Panpus.

    Kemudian di tahun 2020, orang tua saya menyarankan untuk saya berkuliah terlebih dahulu. Beliau mereka berkata ‘coba kuliah dulu, jika tidak bisa lewat jalur pendaftaran Sma kenapa tidak mencoba melalui lulusan perguruan tinggi?.’ Saat itu saya mencoba saran dari orang tua saya dengan mendaftar kuliah di universitas negeri saat itu melalui jalur SBMPTN. Namun, saya masih gagal lagi. Saya mencari informasi universitas swasta dan pilihan saya jatuh pada Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Saya mendaftar di program studi Hubungan Internasional saya diterima dan saat ini saya masih di semester awal yakni semester 1. Mengapa saya memilih prodi HI? alasan saya karena, didalam ilmu Hubungan Internasional membahas mengenai masalah yang kompleks mengenai masalah/isu internasional. Dan satu hal yang saya inginkan adalah saya bisa dan mampu untuk berpartisipasi dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

    Sekian, semoga bermanfaat dan dapat memberi inspirasi maupun perhatian dalam memilih dan bertindak. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

0 Komentar

Terlama